Queen, band terbaik di dunia sepanjang masa

britannica.com

Queen adalah grup musik rock dari Britania Raya yang dibentuk tahun 1970 di London. Semula, mereka terdiri dari Freddie Mercury (vokal, piano), Brian May (gitar, vokal), Roger Taylor (drum, vokal), dan John Deacon (gitar bass). Karya-karya awal Queen dipengaruhi oleh progressive rock, hard rock dan heavy metal, tetapi mereka mengambil risiko secara bertahap menuju karya-karya yang lebih konvensional dan bersahabat dengan pendengar radio, seperti arena rock dan pop rock.

Sebelum membentuk Queen, May dan Taylor telah bermain bersama dalam grup musik Smile. Mercury adalah salah satu fan Smile dan mendorong mereka untuk bereksperimen dengan teknik perekaman dan panggung yang lebih rumit. Ia kemudian bergabung pada 1970 dan mengusulkan nama “Queen”. Deacon direkrut pada Maret 1971, sebelum grup itu merilis album debut eponim mereka pada 1973. Queen pertama kali masuk ke dalam tangga album di Britania dengan album kedua mereka, Queen II, pada 1974. Lalu, Sheer Heart Attack pada tahun yang sama dan A Night at the Opera pada 1975 sukses secara internasional. “Bohemian Rhapsody” adalah lagu unggulan dalam album A Night at the Opera, yang bertahan di peringkat pertama di Britania selama sembilan pekan dan membantu mempopulerkan format music video tersebut.

Album News of the World keluaran 1977 memuat “We Will Rock You” dan “We Are the Champions”, yang telah menjadi lagu wajib dalam acara-acara olahraga. Pada awal 1980-an, Queen menjadi salah satu grup musik stadium rock terbaik di dunia. “Another One Bites the Dust” dari The Game (1980) menjadi single terlaris mereka, sementara compilation album keluaran 1981 mereka, Greatest Hits, adalah album terlaris di Britania dan tersertifikasi “platinum” delapan kali di AS. Penampilan mereka pada konser Live Aid 1985 dianggap salah satu yang terbaik dalam sejarah musik rok oleh berbagai publikasi. Pada Agustus 1986, Mercury mempersembahkan penampilan terakhirnya bersama Queen di Knebworth, Inggris. Pada 1991, ia meninggal karena bronchopneumonia – sebuah komplikasi dari AIDS – dan Deacon mengundurkan diri pada 1997. Sejak 2004, May dan Taylor telah mengadakan tur di bawah nama “Queen +” bersama vokalis-vokalis Paul Rodgers dan Adam Lambert.

Rentang estimasi penjualan rekaman Queen berjumlah 170 juta sampai 200 juta rekaman, yang menjadikan mereka salah satu dari artis-artis terlaris di dunia. Pada 1990, Queen menerima Brit Award atas “Outstanding Contribution to British Music” (“Kontribusi Luar Biasa untuk Musik Britania”) oleh British Phonographic Industry. Mereka dimasukkan ke dalam Rock and Roll Hall of Fame pad 2001. Setiap anggota telah menggubah sejumlah single hit, dan keempatnya dimasukkan ke dalam Songwriters Hall of Fame pada 2003. Pada 2005, Queen menerima Ivor Novello Award atas “Outstanding Song Collection” (“Koleksi Lagu Terbaik”) oleh British Academy of Songwriters, Composers, and Authors. Pada 2018, mereka dianugerahi Grammy Lifetime Achievement Award.

Sejarang Band Queen

Anggota-anggota pendiri Queen bertemu di London barat pada akhir 1960-an. Gitaris Brian May telah membuat gitarnya sendiri bersama ayahnya pada 1963, dan membentuk grup “1984” setahun berikutnya bersama penyanyi Tim Stafell. May keluar dari grup itu pada awal 1968 untuk fokus pada gelarnya dalam bidang fisika dan astronomi inframerah (infrared astronomy) di Imperial College London dan menemukan sebuah grup yang mampu menggubah materi orisinal. Ia membentuk grup Smile dengan Stafell (kini bermain gitar bas) dan kibordis Chris Smith. Untuk melengkapinya, May memasang sebuah iklan pada papan pengumuman kampus untuk mencari seorang drumer “bertipe Mitch Mitchell/Ginger Baker”; Roger Taylor, seorang mahasiswa kedokteran gigi, mengikuti audisi dan lulus. Smith meninggalkan grup itu pada awal 1969, segera sebelum pertunjukan di Royal Albert Hall bersama Free dan Bonzo Dog Doo-Bah Band.

Ketika berkuliah di Ealing Art College di London barat, Stafell berteman dengan sesama mahasiswa, Freddie Bulsara, yang berasal dari Zanzibar dan keturunan Parsi. Bulsara telah belajar desain mode selama setahun sebelum beralih ke desain dan seni grafis, dan langsung menjadi fan keras Smile. Ia bertanya apakah ia bisa bergabung dengan grup itu sebagai penyanyi utama, tetapi May merasa Stafell tidak akan melepaskan peran itu. Bulsara juga menjalankan sebuah kios di Kensington Market dengan Taylor.

Pada 1970, Stafell keluar dari Smile karena merasa minatnya dalam soul music dan R&B bertentangan dengan hard rock grup ini serta muak dengan ketidaksuksesan mereka. Ia membentuk grup Humpy Bong bersama eks drumer Bee Gees, Colin Petersen. Anggota-anggota tersisa menerima Bulsara sebagai penyanyi utama, dan merekrut teman Taylor, Mike Grose, sebagai pemain gitar bas. Keempatnya menampilkan pertunjukan langsung pertama mereka dalam acara penggalangan dana di Truro pada 27 Juni 1970. Bulsara mengusulkan penamaan ulang grup tersebut menjadi “Queen”. Mulanya, yang lain tidak yakin, tetapi ia berkata, “it’s wonderful, dear, people will love it” (“nama ini gemilang, sayang, orang-orang akan menyukainya”). Saat itu juga, ia mengubah nama belakangnya menjadi “Mercury”, yang terinspirasi dari kalimat “Mother Mercury, look what they’ve done to me” dalam lagu “My Fairy King”. Grup tersebut tampil langsung pertama kali di London pada 18 Juli. Set lagunya mencakup materi yang nantinya akan muncul di dua album pertama, selain dari beragam lagu rock and roll lainnya seperti “Big Spender”-nya Shirley Bassey serta “Please Don’t Tease”-nya Cliff Richard and the Shadows. Mereka menarik perhatian produser John Anthony, yang tertarik dengan musik mereka tetapi menganggap bahwa pemain gitar basnya tidak tepat. Grose memutuskan mundur dan digantikan oleh Barry Mitchell. Lalu, Michael keluar pada Januari 1971 dan digantikan oleh Doug Bogie untuk dua gigs.